Text
DIA AURORA
Novel Dia Aurora merupakan fiksi remaja yang mengisahkan kehidupan seorang gadis bernama Aurelani Aurora. Perjalanan hidup yang seperti tanpa jeda dalam kepiluan.
Aurora harus menghadapi kepergian laki-laki yang begitu mengasihinya Angkasa Naufal Merapi untuk selama-lama pada 2 tahun lalu. Lalu, hari ini ia kembali harus menerima kenyataan ditinggal sosok yang begitu dicintainya, Sang Ayah. Aurora benar-benar harus memulai kehidupan dewasanya dengan mandiri dan sendiri, tanpa mama, ayah, juga kekasih. Meski begitu, Aurora selalu menyimpan ingatan bahagia bersama mereka.
Ia bisa mengenang kehidupan bahagia selama 4 tahun bersama Sang Mama. Aurora juga selalu ingat bagaimana ayahnya selalu menjaga dan membuatnya tegar selama 19 tahun kehidupannya.
“4 tahun bareng Mama, 19 tahun bareng Ayah,” lanjut Aurora. “Hidup ternyata adalah bahagia yang akan sedih ya, Tan? Juga sedih yang akan bahagia lagi setelahnya.”
“Dulu, pas Mama nggak ada, ada Ayah yang hebat banget meluk Aurora, ada Ayah yang selalu ada. Tapi, sekarang, dia juga pergi,” kata Aurora.
Percakapan ini terjadi saat genap tujuh hari kepergian ayah Aurora dengan Tante Lestari, adik ayahnya. Meski tetap merasakan kesendirian, tapi Aurora masih bersyukur karena Tante Lestari telah berjanji akan menjaga dan menemaninya.
Lebih dari itu, Aurora juga masih memiliki para sahabat yang sudah seperti keluarga yang disebut SATROVA. Sebuah perkumpulan semasa sekolah yang terus dibesarkan hingga membentuk persaudaraan yang solid.
SATROVA terus menjaga Aurora sebab gang ini pernah dipimpin oleh Angkasa yang sosoknya sangat disegani di masanya. Nama Sang Kekasih yang begitu menyayangi Aurora itu dikenal di mana pun, dan meski sudah beberapa tahun kembali ke pangkuan-Nya, SATROVA tetap menyayangi sekaligus melindungi “Ibu Ketua” mereka.
Selepas masa berkabung atas kepergian Sang Ayah, Aurora bersama Tante Lestari memutuskan untuk pindah ke Makassar. Dan malam sebelum kepindahannya, Aurora mengenang segala kisah hidup yang sudah ia lewati.
Silih berganti kenangan bersama Ayah, Angkasa, bahkan ucapan yang pernah dilontarkan Dokter Gia yang selama ini merawatnya hadir dan menjadi potongan-potongan adegan di kepala Aurora. Dari lantai dua rumah megah yang kini sudah benar-benar kosong, Aurora memutar tiap adegan yang tersisa.
Ayahnya dulu pernah bilang, “Ayah itu bersama Aurel, selalu.” Aurora memegang dadanya, merasakan detak jantungnya sendiri. Kini giliran ucapan Dokter Gia yang muncul, “Yang berdetak itu sedang menyemangatimu.” Lalu disusul dengan ucapan Angkasa, “Detakan itu karena gue.”
Kemudian, Aurora tersenyum kecut, dia memeluk dirinya sendiri saat itu. Ternyata, tentang sedih, penawarnya memang tidak ada, selain mengikhlaskan.
Berkali-kali mengalami kehilangan membuat Aurora tidak bisa sepenuhnya menjalani hari-hari yang baru meski kini dirinya sudah tinggal di wilayah berbeda, Makassar. Aurora masih dengan kebiasaannya mengetikkan pesan ke nomor ponsel Angkasa, sekadar menceritakan yang sedang dirasakannya.
Di Makassar, di kampus tempat Aurora kini melanjutkan studi, memang ada beberapa lelaki yang berusaha mendekatinya. Namun, Aurora menyadari dirinya masih terikat pada setiap kenangan bahkan kepedihan yang telah hadir di hidupnya.
Sementara itu, sahabat-sahabat Aurora dari SATROVA terus menjaga sekaligus berusaha membuat Aurora membuka hatinya kembali untuk laki-laki selain Angkasa. Mereka ingin Aurora membuka diri untuk banyak kebahagiaan lain yang siap menghampirinya.
Namun, tak semudah itu membuat Aurora yang pribadinya sudah ditempa pahitnya kehidupan menjadi jatuh cinta kembali. Memang ada seseorang yang matanya sangat mirip dengan Angkasa yang ia kasihi, bahkan ada seorang lain yang juga memiliki nama Angkasa, tapi hatinya tetap tidak mudah cair.
Kisah dalam novel Dia Aurora ini benar-benar membuat gemas pembaca, karena Aurora menjadi sosok perempuan yang penuh keistimewaan, tapi hatinya tidak mudah luluh. Tiap kejadian dalam hari-harinya selalu terganjal kenangan.
Jadi, kita perlu benar-benar menyelesaikan membaca novel ini sampai habis untuk tahu, apakah hari-hari Aurora akan kembali ceria dengan sosok laki-laki pengganti sang kekasih, atau ia akan tetap dengan kebiasaannya menyapa Angkasa Naufal Merapi dengan ketikan di ponselnya?
250000001 | 899.221 3 NUR d | Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada2025-02-19) |
Tidak tersedia versi lain