Text
GENTAYANGAN
Urban Legend merupakan cerita atau legenda urban, legenda kota yang merupakan genre cerita rakyat yang beredar sebagai suatu hal yang benar karena telah terjadi pada “teman dari teman” atau keluarga sehingga cerita tersebut terasa dekat dan benar terjadi sebagai kenyataan dalam kehidupan sehari-hari. Urban Legend juga biasanya disebarkan dalam media lain seperti surat kabar, radio, televisi horor, atau media sosial.
Apakah Grameds pernah mengikuti salah satu Urban Legend di Indonesia? Jika iya apa yang pernah Grameds ketahui? Pada buku ini akan ada beberapa Urban Legend yang diceritakan seperti Misteri Pocong Sumi yang menghantui kediamannya sendiri, hantu berkebaya encim di Jembatan Ancol, Penampakan mistis di Jeruk Purut, hingga misteri yang membayangi di Rumah Pondok Indah.
Cerita “Diganggu Arwah Korban Kebakaran Mal Klender”
Tidak ada yang aneh dari para penumpang itu, terlihat seperti serombongan SPG mal dan beberapa orang yang mungkin bekerja di konter penjual gawai di pusat perbelanjaan. Namun sesuatu yang janggal mulai terasa oleh Mario ketika tidak sengaja tangannya bersentuhan dengan lengan perempuan yang duduk disebelahnya. Perempuan itu sejak awal masuk duduk dan tidak berbicara sepatah katapun. Tidak seperti penumpang lain yang asik mengobrol.
Cerita “Pocong Sumi”
Untuk Grameds yang tinggal di Yogyakarta khususnya daerah Kota Gede, Bantul, pasti sudah tidak asing dengan cerita Pocong Sumi yang kisahnya pernah viral di twitter. Aku memperlihatkan bagunan di kiri-kanan Pos Malang. Konon katanya orang-orang sering melihat keranda mayat melintang di bawah gapura maka gapura ini disebut Pos Malang.
Bangunan berwarna biru hitam dengan dinding bercat putih pucat. Aku mengerjap. Sekilas kulihat daun pintu bangunan putih di sebelah kanan kami berayun. Terlihat celah yang tak tertutup rapat. Di sela-sela celah itu, kulihat sepasang mata merah sedang memperhatikan kami.
Kami melangkah melewati Pos malang dengan hati yang agak kembang kempis. Tak ada yang bersuara diantara kami. Iseng aku menoleh ke belakang, melihat kembali ke arah Pos Malang. Dadaku berdesir dan aku tergesa membawa pandangan kembali ke depan. Disana, dibawah gapura, aku melihat sosok kakek membawa payung hitam, di kakinya terlihat sebuah keranda mayat yang melintang.
2500000006 | 899.221 3 JOU g | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain