Text
ARUMDALU
Novel ini berkisah tentang gadis bernama Arumdalu, nama tambahan bagi Raden Ayu
Danti. Arumdalu menjadi nama yang melekatinya lantaran kesukaannya menyuntingkan
bunga itu di rambutnya.
Pada awal meletusnya Perang Jawa, hampir semua orang Salatiga, terutama kaum
lelakinya, mengenal Danti Arumdalu. Orang-orang selalu menghubungkannya dengan
kehidupan malam. Selanjutnya, Arumdalu dikasak-kusukkan sebagai pelacur kelas
tinggi, simpanan seorang bangsawan kaya raya dari Ngayogyakarta Hadiningrat.
Dari sudut pandang pengawalnya, Ki Brontok, kisah tentang Arumdalu ini
dituturkan. Ki Brontok adalah lelaki berwajah rusak yang memiliki nama asli
Raden Mas Brata, seorang anak priayi yang sejak anak-anak sangat memuja Danti.
Obsesinya pada Danti membuat Brata melakukan apa saja demi bisa dekat dengan
sang gadis. Sayang, Danti justru terpikat kepada Resa, seorang lelaki
kebanyakan, anak seorang jagal bernama Ki Abilawa.
Secara tidak langsung, Brata kemudian terlibat dalam pembunuhan Ki Abilawa.
Kisah pun mengalir panjang, sampai pada upaya pembebasan seorang panglima laskar
Dipanegara yang termasyhur, Kiai Maja, yang ditangkap dan kemudian disekap di
Benteng Salatiga. Namun, misi itu menjadi begitu rumit dan diperumit lagi dengan
persoalan yang menggejolak di dalam dada para pembebas, persoalan manusia yang
tidak dapat memungkiri jeritan hati nuraninya.
Seperti novel pendahulunya, novel ini juga sarat dengan paparan mengenai
kebobrokan moral para pejabat dan pengusaha. Malima, terutama madon (bermain
perempuan) dan madhat (mencandu narkoba) merebak di berbagai tempat. Kisahnya
akan membuat kita menyimpulkan bahwa, setelah hampir dua ratus tahun, kebobrokan
moral tetap merajai negeri ini.
Dari sisi cerita, memang agak sayang Pangeran Dipanegara sama sekali tidak
hadir. Mungkin akan menjadi sensasi tersendiri kalau tokoh ini muncul meskipun
hanya sebagai figuran. Satu tokoh sejarah yang muncul hanyalah Kiai Maja. Dari
sisi penulisan, novel ini mengalir lancar dan bahasanya enak dinikmati.
Apa pun, setelah Glonggong dan Arumdalu, kita tunggu kisah apa lagi yang akan
digelar Junaedi Setiyono dalam buku ketiganya.
2101320756 | 899.221 JUN a | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain