Text
MALANG: TELUSURI DENGAN HATI
Apa jadinya bila buku guide wisata kota Malang dipadu dengan buku sejarah kota Malang? Ya, jadilah sebuah buku yang berjudul "Malang, Telusuri dengan hati" ini.
Buku ini disusun oleh Dwi Cahyono dan diterbitkan oleh Inggil Documentary.
Bagi saya buku ini cukup berharga untuk dikoleksi, khususnya bagi pecinta kota Malang.
Buku ini berisikan foto-foto Malang tempo doeloe yang berbanding dengan foto-foto Malang masa kini.
Juga info-info mengenai sejarah Malang, info budaya Malang, info kota Malang dan lain sebagainya.
Sebagaimana yang saya sebutkan diatas buku ini adalah buku petunjuk wisata Malang yang dipadu dengan buku sejarah kota Malang.
Buku ini dibagi dalam 10 bagian kawasan kota Malang.
10 kawasan itu adalah kawasan Arjosari, Blimbing, Celaket, Kayutangan, Alun-alun, Tugu, Ijen, Dinoyo, Rampal, dan Sukun.
Dalam bahasan tiap kawasan penulis menginformasikan potensi wisata kawasan itu lengkap dengan alamat spot wisata itu.
Informasi itu bisa berupa informasi umum maupun informasi yang bersifat sejarah.
Bisa kita bayangkan kerja keras penulis yang begitu giat.
Poin lebih dalam buku ini adalah pembandingan foto tempo doeloe dengan foto masa kini, suatu hal yang cukup informatif.
Dengan mendampingkan foto tempo doeloe dengan foto masa kini kita bisa melihat perkembangan yang terjadi pada lokasi tersebut.
Misalnya kita bisa melihat foto bangunan peninggalan kolonial Belanda di Malang tempo doeloe dan bagaimana perkembangannya saat ini.
Ada yang masih tetap sama, ada pula yang berubah.
Suatu hal yang mengasyikkan untuk mengetahui sejarah jaman dahulu kota Malang.
Jadi dengan membaca buku ini anda memperoleh informasi wisata kota Malang dan juga sejarah kota Malang.
Ada pula poin plus dari buku ini, yaitu dalam bagian buku yang berjudul “Kontak” disertakannya alamat koordinat geografis dari spot wisata tersebut, sehingga anda dapat menggunakan GPS (Global Positioning System) device atau menggunakan software online “Google Earth” untuk mencari letak spot wisata tersebut! Suatu hal yang berguna sekali dalam sebuah buku guide wisata.
Dalam bagian “Kontak” ini juga dilengkapi alamat, telepon, web site, email, dan sebagainya yang berkaitan dengan spot wisata tersebut.
Mungkin anda bertanya apa maksud judul dari buku ini yang berbunyi “Malang, telusuri dengan hati”.
Buku ini adalah hasil penelusuran Dwi Cahyono, sang penulis, terhadap potensi wisata kota Malang beserta sejarahnya. Dengan sepenuh hati penulis bersusah payah mengumpulkan materi untuk buku ini.
100731 | 959.8 DWI m | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing |
Tidak tersedia versi lain